Terserang virus,begitu mungkin kalimat yang tepat tentang keadaan musik Indonesia.Virus boy/girlband dari Korea terus mempengaruhi musik Indonesia. Jangan heran apabila anda yang sudah akrab dengan penyanyi idola anda dengan format penyanyi solo kemudian tiba-tiba tampil dengan segerombolan temannya dalam format boy/girlband. Sebut saja Tina Toon yang mengubah format menjadi girlband bernama Tina with the girls. Tina Toon dengan lagu andalannya ketika masih kanak-kanak yang berjudul Bolo-bolo seolah terbawa arus untuk ikut dalam euforia girlband. Tampil dengan nuansa girly ala remaja korea dengan menampilkan koreografi ringan dengan gaya menggoda,menganggap diri cukup mampu untuk menjadi salah satu girlband Indonesia papan atas.

Lain halnya dengan Alika,penyanyi cilik yang pernah mendapat AMI awards tampil dibawah naungan Kevin Aprilio dengan girlband bernama Princess. Padahal menurut saya,dengan tampil solo mungkin Alika akan memiliki tempat yang lumayan bagus ditengah para penyanyi solo wanita Indonesia,mengingat kualitas vocalnya pernah diakui dalam AMI.

Smash,Cherrybelle,7icon,XO-IX,Dragonboy,Hitz,dan masih banyak lagi,merupakan bukti cepatnya virus ini menyebar. Setidaknya virus boy/girlband ini mampu menggeser virus sebelumnya,yaitu band bernuansa pop melayu. Namun,siapa yang tahu sampai kapan virus ini menyebar,1 tahun.5 tahun,atau bahkan puluhan tahun ? who knows ? Selagi pecandu virus ini terus bertambah,tentu saja virus ini akan terus bertahan. Lalu apakah layak dinikmati ? tergantung anda,apakah virus ini merupakan selera anda atau bukan.Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s